Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

UNGKAPAN BAHAGIA

Duka dan luka telah ku lalui Semesta mengutus mu hadir sebagai penghibur laraku kini, canda mu telah jadi tawa ku Riang ku adalah Bahagia mu dan senyum mu kesuka’an bagi ku Satu pintaku Jangan pernah redup atas nama Kasih, Suka Cita dan Damai Sejahtera Maka aku, akan senantiasa setia dan hadir disetiap suka dan duka yang kamu lalui Seraya mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu

PENANTIAN

Terima kasih untuk ruang dan jarak yang pernah hadir sebagai pemisah Bukan salah mu jika kau harus hadir diantara kami Mungkin saja, saat itu waktu belum siap mempertemukan Dan kini, seakan waktu hadir sebagai penyatu antara ruang dan jarak yang telah kita lalui Tidak hanya sekali namun berkali kali Aku tak tahu pasti apa yang saat ini dipinta oleh sang waktu kepada ruang dan jarak Tapi satu yakinku, waktu telah mengajarkan ku makna dari sebuah penantian Hingga saatnya kini, sungguh manis dapat ku dengar alunan sapa mu melantunkan kicau rindu yang kurasa serta memandang teduh tatap wajahmu sedari mentari terbit hingga berganti senja

HUJAN

Tadi aku berlari dan tertawa bahagia dibawah hujan Sudah lama aku tak merasakan sapa dinginnya Aromanya pun tak ada yang berubah Aku suka mencium aroma khasnya Sudah lama aku menunggu kehadiran nya Pikir ku, hanya diriku yang rindu akan hadir dirinya Ternyata hujan turut rindu berjumpa dengan ku Dengar ku dari bisik rintiknya bertanya apa kabar? Kabar baik jawabku Kemudian dia bertanya apa yang sedang kau rasakan saat ini? Bahagia jawab ku, dengan senyum lebar sambil menadah keatas langit dan teriak rindu ku untuknya

RINDU

Tak lagi kulihat wajah mu Tak lagi kulihat rupa mu aku rindu dan sejenak ingin bertemu dirimu sudah dari waktu yang lalu rindu itu hadir dan aku tak tahu sampai kapan rindu itu akan tetap tinggal Jemputlah rindu dan bawalah dia pergi jauh bersama mu aku tak mampu lagi bersamanya dia membuat jiwa ku terasa hampa jika kau tak kunjung datang menjemputnya aku tak tau lagi kemana rindu ini akan berlabuh

WAKTU DAN RUANG

Kau datang disaat rindu berhasil menghentikan waktu ku Lama sudah aku menanti kehadiran mu Dan kini, kau pergi tanpa kata dan sapa Salah kah aku jika aku tak mampu mengindahkan arti dari kehadiran mu? Dan salahkah aku jika kini kau harus pergi tanpa kesan dan pesan? Dan adakah pernah kau berfikir untuk membagi sedikit ruang dan waktu mu untuk ku? Adakah kau merasakan bahwa jiwa ini butuh ruang untuk menyampaikan sebuah rasa? Bukan hanya canda yang ku butuh dari mu Aku butuh waktu untuk berdiskusi hingga senja datang menjemput

KESAN PERTAMA

Waktulah yang membawa langkah ku bertemu diri nya teringat jelas dalam benak ku Saat pertama kali dirinya menatap ku Begitu tajam seakan mampu menghentikan waktu ku Tidak ada senyum di sana yang ada hanya dahi yang mengerut seakan diri nya mengerti sudah tentang ku Tak ada sapa juga kata Namun tajam tatap mata nya masih terus terasa Tajam yang di rasa sudah terlalu dalam hingga mampu menembus ruang bilik jantung ku

RINTIHAN RINDU

Dengarkan, Dengarkan suara hati ini yang selalu memanggil nama mu Lihatlah jauh kedalam mata ini yang selalu menggambarkan rupa mu Lelah sudah raga ini menahan jiwa yang bergejolak merintih rindu Entah, Entah sampai kapan raga ini dapat menenangkan jiwa yang terus merindu menangis sudah telinga ini mendengar jeritan jiwa rindu yang dirasa sudah sangat telalu dalam katanya aku khawatir tidak ada lagi cahaya yang mampu menembus ruang rindu itu

KESEMPATAN

Terima kasih ku ucapkan pada waktu Karna waktu mengajarkan banyak hal pada ku Waktu juga yang telah memberi kesempatan pada ku untuk berjumpa dengan mu Tidak hanya sekali namun berkali kali Salah ku yang terlalu asik dengan duniaku hingga seringkali ku acuhkan tingkah mu Bukan aku lupa akan dirimu. Namun, aku perlu ruang dan waktu untuk mengerti lebih akan hadirmu Kini mimpi membantu waktu menghiasi malam ku Sering kulihat hadir mu disana Namun tak ada sekata pata pun yang terucap masih dengan dirimu yang sama Terdiam dan memandang ku dengan wajah penuh tanya Masikah kau marah akan tingkah ku?

CUACA

Dan kini, biarlah dirimu tetap menjadi cuaca didalam benak ku Cuaca yang dapat berubah - ubah dengan smaumu Tanpa memandang waktu maupun jarak yang ada, kau dapat berubah dengan semaumu Terkadang kau hadir memberi rasa hangat, dingin, bahkan badai rindu yang begitu hebat Tapi, satu hal yang perlu kau tau aku adalah penduduk yang senantiasa tidak akan beranjak apapun itu musimnya dan apapun itu cuacanya

UDARA

Ku kunci rapat pintu sebelum badai datang menghampiri Tapi kau hadir bagai udara yang mampu menyelinap Kini, aku telah terbiasa dengan udaramu Tapi, aku belum tau apakah engkau nyaman di paru-paru ku?

EMBUN

Kini setiap butir perkataan mu dapat meredam rasa lelah ku begitu lembut dan sejuk bagai butir embun dipagi hari

SURYA

Hangat sapa mu bak bermandikan sinar mentari Sejuk tatap bola matamu bagaikan butiran embun dipagi hari Bahagia senyum mu menghibur jiwa yang letih Bagai rembulan yang hadir menemani malam, itulah arti kehadiran mu dikehidupanku

GURU

Teruntuk mu yang selalu dirindu namun sangat jarang untuk disapa Begitu banyak ceritra yang dapat didengar dan disaksikan tentang pengorbanan mu Jarak dan cuaca yang hadir sebagai pemisah Dapat terjembati dengan semangat yang tak pernah pudar Begitu tulus laku mu Sesekali panas hadir menemani langkah serta hujan yang membasahi tubuh Tetapi dengan pasti langkah mu hadir menuju tempat yang kusebut ruang Ruang itu tidak sebesar kasih mu, tidak seindah niat mu juga tidak juga sekokoh perjuangan mu Ruang itu berisikan jiwa jiwa yang menantikan kehadiran mu Jiwa jiwa yang hampa bagai kertas tak bertinta Tapi kau mampu hadir tidak hanya menjadi tinta tapi juga pelita bagi jiwa jiwa yang rindu akan hadir mu Kau terangi dengan tutur Dan dengan lembut kau tuliskan sebuah nilai - nilai pengajaran yang sangat berarti Kini, jiwa jiwa itu hidup dengan penuh ragam warna Telah kau goreskan dengan tinta kasih, kesabaran serta harapan yang penuh dengan kebaikan Terima kasih ucapku t...